PANTAU·SATELIT PEMANTAUAN ATMOSFER NUSANTARA
TERMAL SPEKTRAL
LIVE
Pemantauan atmosfer Nusantara berbasis satelit

Pemantauan Atmosfer Nusantara secara real-time.

Halaman ini menyajikan kondisi atmosfer Indonesia — arah dan kecepatan angin, konsentrasi sulfur dioksida, kualitas udara, tutupan awan, titik panas, serta sebaran abu vulkanik — berdasarkan data satelit geostasioner dan stasiun pemantauan udara, yang diperbarui secara berkala.

ANGIN KM/JAM · AWAN —% · SO2 µg/m³ · PM2.5 µg/m³
Instrumen & Lapisan
— °E / — °S

Legenda simbol

Angin arah & kecepatan
SO2 sebaran · warna = konsentrasi
Abu vulkanik arah sebaran
Kualitas udara klik utk detail
Awan tutupan
Gunung api status I–IV
Angin
km/jam
Awan
%
PM2.5
µg/m³
SO2
µg/m³
Titik panas
citra BMKG
Gunung aktif
≥ Waspada

Dua layer deteksi satelit

Setiap lapisan pada peta diperoleh melalui dua layer deteksi yang berbeda; skema warna pada legenda mengikuti sistem tersebut — biru untuk parameter atmosfer dan awan, merah untuk panas dan titik panas.

TERMAL

Panas & abu

Radiasi termal permukaan bumi mendeteksi titik panas, aktivitas gunung api, dan residu abu yang masih bersuhu tinggi.

Panah putus menunjukkan perkiraan arah sebaran abu berdasarkan angin terkini.
SPEKTRAL

Udara & langit

Pancaran dan aerosol — memantau arah angin, tutupan awan, serta kualitas udara pada titik pemantauan.

Diperbarui secara berkala · Sumber: Open-Meteo dan NASA GIBS.

Panduan interpretasi

Garis biru merepresentasikan arah dan kecepatan angin; semakin merah, semakin kencang. Garis oranye menunjukkan arah sebaran sulfur dioksida (SO2) yang mengikuti angin, dengan intensitas warna menandakan konsentrasi. Titik berwarna menggambarkan kualitas udara — klik pada peta untuk rincian (PM2.5, PM10, SO2, O3, NO2, CO). Panah putus dari gunung api menandai perkiraan arah sebaran abu berdasarkan angin terkini. Untuk keputusan resmi terkait erupsi dan penerbangan, rujuk VONA dan pengumuman PVMBG; angka pada halaman ini bersifat indikatif, bukan otorisasi.

Memuat data live…